Minggu, 25 November 2012

[FF] Lately Chapter 1




Main Cast : Jeongmin, Junghwa, JB
Other : [Naeun, Eunkyo, Wonho, Minah, Suzy] [Wonho, IU, Suzy, Myungsoo, Naeun, Yooara] 

-Author Pov-
Junghwa terdiam di kamarnya, dia membisu tak tau mau melakukan apa hari ini. Dia berpikir bahwa membaca sesuatu itu bisa membuat lebih baik. Dia ambil buku, dan buku itu adalah sebuah buku Diary. Buku dimana Junghwa selalu menceritakan hari hari terpenting atau disaat moment moment tertentu
Dia membuka dan melihat sejenak buku Diarynya itu “sudah lama aku tak menulis dan membacanya” “aku terlalu sibuk” ucapnya dengan lirih. Dan akhirnya dia membaca kisahnya itu….
-FLASHBACK- [WAKTU SMP]
-Junghwa Pov-
“kau tak pantas untuk hidup”
“kalau ingin populer, kau tak akan seperti kami!”
“kau itu terlalu jelek, babu, dan bau tau!”
Aku terdiam setelah mereka berdua mencaci maki aku dengan semua kata kata kasar yang mereka ucapkan. Aku tak mengerti, jujur saja aku tak tau mengapa mereka berdua memarahi aku. Aku tak pernah membuat kejadian yang membuat mereka malu di depan umum. Apa salahku? Kemarin aku mendapatkan juara 1 di ajang Dance International. Apakah itu salah? 1000 kali berpikir untuk hal itu
“sabar lah Junghwa, jangan dengar omongan mereka. Jangan masukan ke hati maupun akalmu. Anggap saja itu hanya angin lewat” ujar Naeun sahabatku. “yup, aku tau seperti apa perasaanmu sekarang. Sudahlah, lupakan saja. Fokus saja ke pelajaran” tambah Eunkyo
Aku terdiam lagi, di sekolah aku memang tidak terkenal. Semenjak memenangkan ajang Dance itu, semua anak di sekolah ini mengenalku. Bahkan aku tak mengenal mereka secara keseluruhan. Aku bersekolah di Korean Traditional Art Junior School, sekolah yang memang cukup popular di negeri gingseng ini. Dan anak anak yang masuk tak sembarangan juga, harus keseimbangan antara otak dan ekonomi
Tak lama bel sekolah berbunyi dan menandakan untuk pulang ke rumah masing masing. membereskan buku yang berserakan di meja, dan memasukkan ke tas. Berdoa, dan pergi meninggalkan kelas dan itulah kebiasaanku. Aku sengaja pulang cepat karena ada buru buru untuk ke rumah. Menuju ke parkir sepeda, mengambil sepedaku dan mengayuhnya sampai ke rumah
Saat di jalan aku melihat Suzy dan Minah yang sedang di kerubungi anak anak luar sekolah. Yap, Suzy dan Minah yang mencaci makikan aku di depan kelas tadi. Memang mereka berdua sangat popular di luar maupun dalam sekolah. Tapi aku tak perduli dengan apa yang dilakukan mereka, aku tak ingin menjadi sasaeng fans untuk orang yang tak punya kepribadian seperti mereka
“annyeong~” ucapku lirih sambil membuka pintu rumah. Dan ternyata ada tamu di rumahku, cepat cepat aku menuju ke kamar tetapi appa menghentikan langkahku “Junghwa, duduklah sebentar” ucap appa kepadaku
Aku langsung duduk di bangku yang kosong, di sebelah namja yang tak aku kenal sama sekali. aku tak mengerti apa yang mereka semua omongkan, dan aku hanya terdiam melihat mereka semua berbicara
“Junghwa, ini teman appa. Mereka akan menginap sementara disini, soalnya rumah mereka yang bertepatan di samping rumah kita sedang di bangun. Semoga kalian akrab yah” ucap appa kepadaku
Aku hanya tersenyum sejenak “appa, aku mau minta izin ke kamar soalnya ada tugas yang harus aku kerjakan” ucapku kepada appa. Appa hanya mengangguk, dan aku segera bangkit dari kursi menuju kamar. Kututup pintu kamarku, dan menghela nafas sejenak ‘fuih~’ aku duduk di kursi belajarku, menghidupkan lampu belajar, menyetel lagu di iPod dan membuka tugas yang akan di selesaikan
Aku mengerjakan dengan serius,dan berpikir keras bagaimana untuk menemukan jawaban yang tepat. Tak terasa sudah jam 4 sore, aku melihat jam dan segera bergegas keluar kamar. Mengambil handuk dan menuju kamar mandi. Beberapa menit yang aku butuhkan untuk mandi, aku keluar dari kamar mandi dan langsung menuju kamar. Berganti pakaian dan ini membuat pikiran fresh seketika
-JB Pov-
Malam ini aku tak tau harus berbuat apa, karena aku menginap di rumah teman ayahku. Aku merasa boring disini, aku hanya tiduran di kasur yang empuk ditemani iPod, bantal dan guling beserta selimut. Aku melihat ke ranjang yang ada di atasku. Disini, ranjangnya atas bawah. Aku tidur di bawah, sedangkan kakaku tidur di atas
“hyung, apa kau sudah tidur?” tanyaku kepada hyungku dengan sedikit teriak. “Anio” ucapnya singkat. Aku tak tau apa yang di lakukan hyung-ku sekarang. Buat apa aku harus melihatnya, aku sibuk dengan iPodku. Tiba tiba pintu terbuka dan ternyata teman ayahku atau pemilik rumah ini
“apa yang kalian lakukan, ayo ke lantai bawah untuk makan bersama” ajaknya kepada kami. Aku dan hyungku segera turun dari ranjang, dan ikut turun menuju lantai 1 bersama teman ayahku. Yap, benar saja. Semuanya sudah menunggu disana, aku duduk di kursi. Mengambil sedikit makanan dan memakannya perlahan, tak ada nafsu untuk mengunyah makanan ini
Selezat apapun makanan yang ada di depanku, aku tak akan mau memakannya jika tak ada niat dan nafsu. “malam ini SatNight kan?” tanya umma ku kepada semua yang ada di meja makan tersebut. Mereka semua mengangguk sambil mengunyah makanan “Junghwa, apa yang biasanya kau lakukan saat ini?” tanya umma ku kepada Junghwa. Junghwa hanya terrsenyum “pergi bersama teman, Cuma karena teman temanku sedang sibuk SatNight bersama pacar mereka. Jadi aku hanya berdiam di rumah saja” jawab Junghwa
“JB, kau kan tiap SatNight selalu pergi pergi bersama temanmu bukan? Kenapa kau tak pergi bersama Junghwa saja? Daripada kau boring di sini kkkk~” ucap umma sambil menggodaku. Aku memajukan bibirku “umma apa apaan sih!” ucapku sambil melirik umma yang nakal ini. “udahlah JB, daripada kamu ga ada temennya” sambung hyungku sambil menujulrkan lidahnya ke bawah
“hyung Wonho juga nih ikut ikutan jahat” ucapku yang kesal kepada ulah umma dan hyung Wonho. Semua yang ada di meja makan tertawa kecuali Junghwa. Dia sibuk memakan makanan yang ada di hadapannya itu. Dan semua yang ada di situ memaksaku untuk pergi bersama Junghwa. Saat aku melihat Junghwa dia terdiam dan tak berbicara apapun
“Junghwa, apakah kau ingin pergi bersama JB?” tanya appa kepada Junghwa “boleh, kebetulan aku juga boring” ucapnya singkat. “udah sana pergi, Junghwa juga mau tuh” Wonho hyung menyuruhku dan mendorongku ke kamar untuk ganti baju dan beres beres diri dengan rapi. Junghwa juga di suruh ummanya untuk melakukan sama dengan apa yang aku lakukan
Aku dan Junghwa sudah siap untuk pergi “tangkap ini, kunci motor untuk kau dan Junghwa pergi” aku menangkap kunci motor dari appa Junghwa. Dan kami berdua pergi di malam SatNight. Aku mengendarai motor dan membonceng Junghwa, kami pergi ke taman kota malam itu. Aku mengendarai motor tak seperti biasannya, karena aku membonceng yeoja mana mungkin aku mengendarai secara ngebut?
Kami berdua sampai di taman kota, Junghwa turun terlebih dahulu dan aku menyusulnya. Kami berdua tampak terdiam, tak ada satupun yang berbicara dan bingung ingin melangkah kemana. Junghwa menatapku “kemana kita akan pergi?” tanyanya. “aku bingung, biasannya kalau kau pergi ke sini, dimana tempat yang kau tuju?” tanyaku berbalik. “aku dan teman temanku biasanya menuju ke cafe Hook, kau tau?” jawabnya sambil menunjuk dimana café itu berada
Aku hanya mengangguk, dan kami berdua menuju ke sana. Berjaga jarak, jarak antara aku dan Junghwa sangat jauh sekitar ada 2 meter. Junghwa berhenti dan dia menungguku berjalan, dan kami berdua berjalan bersama. Junghwa yang ada di sampingku hanya menundukkan kepalanya. Aku tak mengerti apa yang sedang dia lakukan
Kami masuk di cafe Hook, duduk di tempat samping jendela. Suasana malam itu sangat dingin. Junghwa menulis pesanan “kau ingin pesan apa?”. Aku hanya menjawab “coklat panas dan cupcake” setelah Junghwa mencatat pesanan dia menuju ke kasir dan kembali lagi ke tempat duduk. Tempat duduk disini saling berhadapan jadi otomatis aku berhadapan dengan Junghwa
Menunggu pesanan yang lama dan yang hanya bisa dilakukan adalah terdiam dan hening di antara kami berdua. Selalu saja begini, hening dan hening. Tak ada satupun yang enggan berbicara. Pesanan datang dan kami berdua hanya menikmati hidangan yang telah di sajikan
Sesaat Junghwa melihat ke kaca di café itu, dia bergejolak kaget dan tak tau harus berbuat apa apa “waeyo Junghwa?” tanyaku kepadannya. Dia menggelengkan kepalanya, dia ketakutan dan wajahnya tampak panik. Aku hanya melihat ke arah dimana dia sedang melihatnya. Aku tak melihat sesuatu yang aneh “itu itu ada mereka…..” ucapnya sambil menunjuk 2 yeoja yang akan masuk ke dalam café itu
Aku melihat 2 yeoja itu dan aku tak mengerti apa yang dia maksud. Junghwa langsung berpaling muka dan menundukkan wajahnya ke bawah agar tidak terlihat oleh 2 yeoja yang dia tunjuk tadi. Aku heran melihat tingkahnya, 2 yeoja itu duduk di tempat yang berjauhan dengan aku dan Junghwa. “mereka duduk di tempat yang jauh” ucapku sambil berbicara dengan Junghwa
Junghwa memperlihatkan wajahnya sedikit demi sedikit, melihat sekitar dan memastikan 2 yeoja itu tak melihatnya. Dia menghela nafasnya dan memakan makanan yang ada di mejannya. “bolehkah aku bertanya?” tanyaku kepada Junghwa. Junghwa mengangguk “apa hubunganmu dengan 2 yeoja tadi?” ucapku pelan. Dia terdiam “ah anio, gwencana” ucapnya sambil mendenguskan nafasnya
“siapa namamu?” tanya Junghwa dengan hati hati. Dia menunggu jawabanku sambil meminum coklat hangatnya “aku Im JaeBum, tetapi teman teman memanggilku JB, kau Junghwa?” tanyaku berbalik. Dia mengangguk mantap “umurmu berapa?” ucapnya dengan nada formal. Aku hanya tertawa “mengapa kau tertawa, apa yang lucu?” ucapnya sedikit kesal. “haha anio Junghwa-ah. Umurku 18 tahun, kau berapa?”. Dia mendekat padaku dan berbisik “aku 17 tahun kkk~” ucapnya dengan nada iseng
Kami berdua tertawa bersama mendengar jawaban Junghwa. Memakan cupcake sambil mengobrol sedikit, tentang keluarga dan lain hal. Dan tak terasa makanan pun habis kami lahap. Dan aku mengeluarkan dompet dari saku celanaku “biar aku saja yang membayar” tahan Junghwa kepadaku. “tak usah, biar aku saja” ucapku memaksa. Junghwa mengalah, aku segera menuju ke kasir dan Junghwa masih duduk di tempat makan
Dan aku mengajaknya keluar café dan menuju ke taman kota. Disana sangat ramai dengan orang yang berpacaran, Junghwa dan aku duduk di rumput dan menikmati pemandangan malam ini. “tunggu disini, aku akan membeli ice cream” ucapku kepada Junghwa dan aku bangkit menuju ke penjual ice cream. Membeli 2 ice cream “ambilah” Junghwa mengambil ice cream dari tanganku dan memakannya

-Author Pov-
Junghwa dan JB menikmati ice cream yang ada di tangan mereka masing masing. memakan dengan asyik dan melihat pemandangan indah di malam SatNight. Bintang bintang yang berkilap dan bertaburan indah di langit membuat suasana begitu sanat memuaskan. Ditambah angin semilir yang membuat suasana makin terasa
Junghwa menggosokkan tubuhnya supaya hangat, JB yang melihat yang terkekeh “pakailah ini” tawar JB sambil melepaskan jaketnya. “tak usahlah oppa, ini sangat merepotkan” tolah Junghwa. “aku tau kau sedang kedinginan, pakailah. Aku tak mau kau sakit” ucap JB sambil memakaikan jaketnya di tubuh Junghwa
Junghwa hanya terdiam lalu dia tersenyum kepada JB. Dan JB melemparkan senyumnya ke Junghwa. Mereka berdua terdiam lagi, “JUNGHWA!!!!” teriak seseorang dari belakang. Junghwa menengok ke arah suara tersebut “ah Eunkyo~” ucap Junghwa sedikit berteriak. Eunkyo lari menuju ke Junghwa “apa yang kau lakukan disini?” tiba tiba Eunkyo melirik ke JB “kau sudah punya pacar ya~ kkkk!~”. Junghwa menggetok kepala Eunkyo “apa apaan sih, kamu tuh yang lagi pacaran” ucap Junghwa sambil memanyunkan bibirnya
“lha ini siapa dong kalo bukan pacar kamu?” tanya Eunkyo dengan nada tidak berdosa. “HYA!!!!” ucap Junghwa sambil memukul Eunkyo. JB tertawa melihat Junghwa dan Eunkyo yang bertengkar kecil saat itu. “ah~ mianhae Junghwa-ah. Eunkyo memang nakal” ucap L.Joe sambil mengacak acak rambut Eunkyo. “Ljoe appo tau” ucap Eunkyo sambil menggembungkan pipinya. Semuanya tertawa bersama dan mengobrol bersama malam itu
Malam itu menunjukkan pukul 9. JB menarik tangan Junghwa dan mengisyaratkan untuk pulang. Junghwa mengikuti dan menuju ke motor. JB menyetir motor, dan tak sadar Junghwa tertidur. Saat sampai rumah, JB memopong tubuh Junghwa sampai ke tempat tidur. dan pintu kamar Junghwa akhirnya ditutup oleh JB dan dia kembali ke kamar atas
Pintu terbuka dan JB merebahkan dirinya di kasar. Wonhoo menengok dongsaengnya yang kelelahan itu “apa kau puas malam ini?”. “HYUNG!!!!!!!” teriak JB sambil melemar bantal ke muka Wonhoo
-END FLASHBACK-
-Author Pov-
Junghwa pun tertawa sendiri membaca isi diarynya itu. Dia tak kuasa menahan tawanya, mengenang masa lampaunya yang indah itu “seandainya bisa terulang kembali” “ah JB~ kau dimana sekarang?” “aku merindukanmu disini” “semoga kau baik baik saja” itulah sedikit kata yang terucap dari mulut Junghwa
Tok tok tok.. tok tok tok...
Bunyi ketukan pintu itu mengalihkan kesadaran Junghwa dari lamunannya. Dia bergegas menuju pintu dan membuka pintu tersebut
“Hai, apa kabar” ucap orang yang mengetuk pintu itu
Junghwa tak percaya tentang hal ini, benar benar tak disangka…………..

*TBC........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar