Minggu, 30 September 2012

[FF] Please Transform Only To Me Chapter 1




Author : @infinityoungest
Title : Please Transform Only To Me
Category : Romantic
Long : Chapter 1
Cats :
Minwoo [Boyfriend]
Hayoung [A Pink]
Author kembali membawa FF lagi, maaf ya baru mood buat FF saat ini~ Author ga tau ini bakal dapet berapa Part atau berapa Chapter karena Auhtor bingung, daripada nunda mending buat aja semuanya. Kalo sudah merasa ending, pasti author bakal bilang ke kalian. Happy reading all readers~

*****
-Hayoung Pov-
“………….” Entah kenapa aku selalu terdiam saat ini. Bukannya aku punya masalah berat, Cuma sih aku merasa aja kalo di diriku itu ada sesuatu yang aneh dan janggal. Itu membuatku agak lemas hari ini
“YAH!! waeyo Young-ah~ kau tampak murung akhir akhir ini” tanya Hoya kepadaku. Aku hanya ‘nylinguk’ wajahnya dan aku terdiam lagi. entah kenapa aku malas berbicara apalagi menjawab semua omongan orang orang di sekitarku
“Anio” ucapku singkat. Hoya oppa hanya ‘mendenguskan’  nafasnya lalu pergi. Aku saat ini hanya mendengarkan lagu yang keluar dengan indah lewat earphone mp3 playerku. Aku sekilas melihat suasana kelas dan tampaknya itu biasa biasa aja
Aku berpikir bahwa diriku aneh. Ya? benar, aneh. Kau tau kenapa? Mungkin aku tidak bisa mendefinisikan itu sekarang. Karena aku sedang badmood sekali. tiba tiba ada yang datang menghampiriku “Hayoung, nanti ada rapat untuk mengurus pagelaran sekolah” ucap Yookyung kepadaku. Aku hanya mengangguk dan dia pergi
Sampai bel sekolah dibunyikan, semua anak anak kelasku ribut dan aku bangkit dari kursi untuk mendengarkan apa yang mereka ributkan “Eh tau ga! Ntar itu rapat pagelaran sama anak 9(4). Njss, aku males tau ga” ucap Naeun. “Sama aja, disana itu ada 1 anak yang nyebelin banget dan ngesok pula. Bisannya ngatur ngatur tapi sendirinya ga sadar kalo dia itu ga punya otak!” jawab Bomi. “Satu hal yang berkesan jika kita bertemu dengan dia adalah menimbulkan sakit hati yang mendalam” ucapku menambahkan. Semua berteriak “SETUJU BANGET!!!!”
-Flasback-
Hari itu adalah hari Jumat, dimana dikelasku adalah saat pelajaran Bahasa. Sebelum pelajaran berlangsung, Eunji membawa kabar buruk “Eh asli ini bikin nyesek tau ga!” lalu semua penasaran dan aku menjawab “Nyesek bagaimana?”. Eunji menarik nafas “Jiyeon bener bener kurangajar! Dia ngadu ke ibu dia tentang kejelekan kelas kita! Kelas kita di jelek jelekin di mata ibunya, fitnah banget tau!” semua terdiam “Bukannya ibunya Jiyeon itu wali kelas kita sendiri? Mana nanti pelajarannya lagi. mampus kita mampus…..”
Dan alhasil, benar aja. Saat pelajaran berlangsung, aku ditanya sama Bu Gain. Bu Gain itu ibundanya Jiyeon. “Coba sebutkan apa saja huruf vocal Hanguk?” aku hanya terdiam saat di tanya. Lalu Ibu Gain berkata “Kenapa diam? Kok ga kayak pas rapat di pagelaran? Mempertahankan ego demi kepuasan?” jleb! Demi apa itu rasannya hati aku bagaikan ketusuk sama kata kata yang ga pantes di dengerin……..
-End Flashback-
Rapat pun dimulai, semua anak 9(4) dan 9(6) berkumpul di kelasku yaitu kelas 9(6) beserta wali kelas masing masing. wali kelas 9(4) adalah Pak Andy sedangkan wali kelas 9(6) adalah Bu Gain, ibunda Jiyeon. “Baiklah, rapat akan segera dimulai” teriak Sunggyu di depan semua anak “Rapat kali ini akan membahas tentang struktur panitia, nama, tema pagelaran” lanjut Chorong
“Aku tau kenapa ada wali kelas. Soalnya biar kita ga berpendapat lagi, kalo kita berpendapat ntar dibilang nyolot lagi sama Jiyeon” ucap Eunji. “Tapi mau Jiyeon apa si? Katanya pas rapat di suruh berpendapat, tapi kok malah dibilang nyolot” sambung Naeun. “1 kepastian adalah agar Jiyeon bisa puas menindas kita dan biar dia yang bisa berkuasa. Kan ada ibunya tuh wali kelas kita sendiri” ucapku menambahkan. Eunji menambahkan “Emang, memanfaatkan orang tua aja nih, sok ngadu emang tuh orang!”
“Hey anak anak yang disana bisa diam gak?” ucap Bu Gain kepada kami semua. Aku, Naeun, Eunji, Bomi, dan Yookyung terdiam. Saat menentukan nama dan tema pagelaran, tiba tiba Jiyeon menyuruh Eunji untuk maju. Eunji lalu berkata kepada Jiyeon “Ngapain suruh maju? Nama dan tema yang aku buat kan udah ga berguna lagi! kita juga udah punya nama woy!” tapi Jiyeon menganggap enteng “Siapa tau wali kelas setuju dengan usulanmu” dan Eunjung berteriak “Hayo temanya apa hayo” Eunji hanya diam dan menerangkan di depan. “Maunya menjebak aja si. Anak sama ibu sama aja” ucap Eunji yang baru saja kembali dari depan
-Hayoung End Pov-

-Author Pov-
Malam itu, Hayoung hanya tiduran di kasur dan mendengarkan music lewat mp3 playernya. Dia tak tau harus melakukan apa lagi, perasaanya campur aduk gara gara rapat pagelaran tadi. Marah, kesal, semua sifat negativ ada disitu. Tak adil, ya memang. Semua orang pasti akan mempertahankan suatu karyanya dan kalo gitu pasti ga ada yang bisa mengalah satu sama lain
Kalo kayak gitu sama aja mempersulit, jadi dengan terpaksa harus mengalah. Orang yang mengalah adalah yang terpaksa agar bisa tercipta kedamaian. Walaupun orang yang tidak mengalah akan senang kayanya akan dipakai, dan akan bersifat sombong dan ingin menguasai segalannya. Manusia memang tidak ada habisnya
Handphone pun berdering, tandanya ada sms yang masuk. Hayoung langsung mengambil handphonenya, ternyata SMS dari Eunji “Hayoung, udah ngedit lagu dance buat pagelaran?” Hayoung lalu mengetik pesan balasan yang berbunyi “Udah kok, tenang aja. Besok kita liat lagunya aja”
Malam itu sunyi sekali, sepi dang a ada hal yang bisa dilakukan. Bosan, termasuk dalam jadwal Hayoung malam ini. Semua PR sudah dikerjakan, dan Hayoung juga sudah belajar untuk keesokan hari. Menata dan mempersiapkan alat alat, buku sekolah pun sudah dilakukannya
---
Pagi ini tersedia sandwich di meja makan. Hayoung memakannya lahap lalu meminum air putih dan berangkat sekolah. Tak ada satupun kata yang dia ucapkan kala itu. dia berangkat seperti biasa ke sekolah, melalui rute yang sama. Mengendarai sepeda pagi hari, udara dingin dengan sinar matahari yang agak menyengat mata tak menghalangi niat untuk berangkat ke sekolah tempat menimba ilmu
Saat sudah sampai parkiran sekolah, lalu melewati jalan menuju kelas. Tiba tiba saat menuju pintu masuk, ada seorang pria yang duduk di bangku Hayoung. Hayoung kaget, dia tak kenal dengan pria itu. dia masuk lalu meletakkan tasnya di tempat biasannya dia duduk dan tak melihat pria itu sama sekali
“Kau duduk sendirian bukan?” tanya pria itu kepada Hayoung. “Huum, mengapa kau tau?” jawab Hayoung. Pria itu hanya tertawa “Haha, aku bukanlah peramal atau orang sok tau. Aku juga ga tau kenapa aku disuruh duduk disini. Kata guru, bangku ini kosong dan aku bisa menempati”. Hayoung membuat mulutnya seperti mengucapkan ‘Oh’
Mereka dia beberapa saat, semua teman teman kelas 9(6) sudah berada di kelas. Mereka semua melihat pria disamping Hayoung dengan muka penasaran. Pria itu tak perduli dengan lingkungan kelasnya. Dia sibuk bermain iPad miliknya, sedangkan Hayoung sibuk mendengarkan musik dengan mp3 playernya
Bel pun tiba, dengan cepat guru Keterampilan masuk ke kelas 9(6). Woohyun memimpin doa, karena dia adalah Ketua Kelas di 9(6). “Disini ada murid baru? Mohon murid baru segera maju kedepan dan memperkenalkan diri” ucap Guru Keterampilan sehabis doa selesai dan murid baru pun maju ke depan
Sang Pria memperkenalkan diri “Namaku Minwoo, aku anak pindahan dari SMP luar kota. Salam kenal, semoga kalian bisa akrab denganku” ucapnya lagi lalu kembali ke tempat duduknya. Hayoung terkekeh dan tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Hayoung mencubit pipinya “Aw~! Ini bukan mimpi” ucap Hayoung kepada diri sendiri
Minwoo melihat tingkah laku Hayoung barusan “Apa kau baik?”. Hayoung hanya mengangguk “I..iy…yaaa…iya” jawab Hayoung gugup dan salah tingkah. Eunji dan Naeun yang melihat tingkah laku Hayoung hanya bisa tertawa. Begitu pula dengan Sunggyu, Woohyun, Hoya, Bomi, Yookyung dan yang lain
Hayoung tersadar kalau dia baru saja dilihat oleh teman temannya. Dia hanya bisa tersenyum, lalu semuanya tertawa.
“Hayoung?” tanya Minwoo sambil melihat Hayong. “Nae? Waeyo?” jawab Hayoung. “Kau tidak pergi ke kantin? Apa kau tidak merasa lapar?” tanya Minwoo lagi dengan muka serius. Hayoung hanya tersenyum “Aku tidak merasa lapar. Kalau oppa mau ke kantin silahkan saja” jawab Hayoung dengan lembut. “Aku sudah makan, tenang sajalah” jawab Minwoo dan kemudian semuanya hening. Antara Minwoo dan Hayoung tak satupun yang berbicara hingga bel pulang dibunyikan
Semua anak kelas atau mungkin sekolah pulang ke rumah masing masing. saat Hayoung akan mengambil tas dan pulang, Minwoo berkata “Boleh aku antar kau sampai rumah?”. Hayoung hanya tersenyum “Tidak usah, itu terlalu merepotkan dirimu”. Minwoo menarik tangan Hayoung lalu mengajaknya pulang bersama.
Tiba di parkiran sekolah “Pakai helm ini” tawar Minwoo dan langsung memberikan helm itu kepada Hayoung. Hayoung menerima dan memakainnya, lalu mereka berdua bergegas pulang
-Minwoo Pov-
Hari ini aku mengantarkan Hayoung pulang ke rumahnya. Sejak pertama aku bertemu dengannya, wajahnya terlihat pucat. Dan dia juga jarang sekali tersenyum. “Ini rumahku, berhenti” ucapnya kepadaku sambil menunjuk rumahnya. Aku langsung menghentikan laju motorku, dan dia turun memberikan helm yang ia pakai kepadaku “Terimakasih telah mengantarkanku. Maaf jika aku merepotkan” Hayoung langsung menuju ke rumahnya. Sekilas rumahnya itu memang bagus, tapi ada apa dengannya?
Aku langsung mengendarai motorku dan kembali menuju rumah. Aku buka pintu rumah dan nyatannya ada tamu, aku tak tau siapa tamu itu. “Minwoo, datang kemari. Ada seseorang yang mencarimu” teriak Umma kepadaku. Lekas aku langsung menuju ke Umma dan tamu itu duduk. “Akhirnya kau datang juga. Aku menunggumu sejak tadi” ujar Woohyun kepadaku. “Ah maafkan aku, tadi aku ada urusan” jawabku. “Ya sudah, silahkan kalian mengobrol dan Umma mau pergi mengerjakan tugas yang masih menumpuk”.
Saat Umma meninggalkankan aku dan Woohyun… “Darimana saja?” tanya Woohyun hyung kepadaku. “Aku tadi baru saja mengantarkan Hayoung ke rumahnya” jawabku dengan nada biasa. Woohyun mengelak “Cieeee….. apakah kau sudah menjadi BF dia?”. Aku cemberut “Bukan itu hyung! Aku memang baru kenal dia, tapi saat aku lihat dia mukannya cemberut dan pucat. Jadi aku khawatir”
Woohyun mengangguk dan dia mengambil snack di meja “Sebenernya sih, Hayoung emang kayak gitu di kelas”. Aku bingung apa yang dikatakan Woohyun hyung tadi “Maksudnya?”. Woohyun hyung lalu menjelaskan semuanya “Hayoung itu anaknya memang gak suka senyum, dia membeku, dia ga punya teman sama sekali. dia jarang sekali senyum kepada orang lain. Entah aku tak mengerti mengapa dia seperti itu”
Aku terdiam, merenung setiap kata kata yang di bilang oleh Woohyun hyung “Apakah dia kurang perhatian orang  tua?”. Woohyun hyung menggeleng “Anio, aku tak tau itu” jawabnya. “Oh iya, ini no pribadi Hayoung. Catat dan kau bisa tanyakan langsung padanya” aku lekas mencatat no itu lalu segera aku save
-Hayong Pov-
BRUK! Aku letakkan semua buku pelajaran ke meja belajarku. Cukup lelah hari ini, tapi aku bingung sekali kenapa Minwoo mengantarkanku? Aku tak mengerti apa yang sedang terjadi padanya. Apa dia gila? Strees? Aku tak tau itu. Seperti biasa, ke dekatkan earphone dan mendengarkan lagu lewat mp3playerku. Kebiasanku setiap saat mendengarkan lagu lagu. Aku tak tau sejak kapan aku melakukan itu sebagai kebiasaan kkkk~
Sesaat aku melihat jam dinding, baru jam segini dan tepatnnya pukul 2 sore. Aku tak tau harus melakukan apa pada jam jam segini. Dan seketika aku teringat akan tugas, aku bangkit dari tempat tidur dan lekas membereskan meja belajarku dari buku buku yang masih berantakan ini
Buku menumpuk dan tugas yang lama belum aku buat. Sekolah ini memang gila, membuat gila saat diberi tugas lalu mengerjakannya. Sebenarnya bukan tugas sekolah yang aku kerjakan, aku sedang mengerjakan tugas membuat FF. teman teman di sekolah memintaku membuat FF dan bisa saja disebut request. Aku senang jika mereka memintaku untuk membuat sebuah karya tetapi aku agak bingung membuatnya
Aku langsung mengetik semua yang ada di khayalanku dan angan angan tinggiku, membayangkan semuanya seperti kenyataan. Dan tak terasa akhirnya sebuah FF kelar aku kerjakan. Lekas aku langsung beranjak mandi dan makan sore
-Author Pov-
“Baru jam segini, nanti malam aja deh” jawab Minwoo kepada Kwangmin. Kwangmin hanya nyengir “Grogi mau ketemuan sama Hayoung ya?~” Kwangmin terus menggoda Minwoo dan Minwoo hanya diam dan enek liat kelakuan Kwangmin. Kwangmin dan Minwoo adalah teman Dance Cover beserta dengan 5 orang lainnya termasuk Woohyun juga. Mereka saat itu sedang latihan dance~
“Udah jam 7 tuh sana berangkat! Nanti kemalaman lho” ujar Woohyun yang mendorong Minwoo untuk masuk ke dalam mobil. “Haruskah aku menyetir mobil?” tanya Minwoo dengan polos. “HYA! Kau sudah bisa menyetir kenapa gak mau naik mobil?” sambung Chorong. “Dan kau tau, kalau naik motor itu ga enak, mala mini dingin dank au mau Hayoung kedinginan?” tambah Kwangmin lagi
Minwoo mengangguk “Baiklah aku akan naik mobil, sampai jumpa” ucap Minwoo lalu menaiki mobilnya. Minwoo masuk ke mobil dan menyalakan mesin, lalu dia lekas menjalankan mobil itu menuju rumah Hayoung. “Semoga dia sukses kkk~” ucap Kwangmin memecah keheningan disana. “Yup, aku harap. Akhirnya mereka berdua ngedate juga wkwkw” tambah Chorong lagi. Woohyun juga ikut senang saat itu. Mereka bertiga masuk ke dorm khusus hanya untuk Dance Cover
“Apa yang harus aku lakukan nanti? Aku belum menghubungi dia sama sekali untuk jalan bersama malam ini" batin Minwoo dalam hati. Minwoo masih sangat gugup, sebenarnya Minwoo tidak mengerti apa yang Woohyun, Chorong dan Kwangmin inginkan. Tiba tiba Minwoo malam ini harus ngedate bareng sama Hayoung. Sampai juga di rumah Hayoung, Minwoo memarkinkan mobilnya. Dia diam di mobil itu dan tak tau apa yang harus dia lakukan
Hayoung yang masih di kamarpun melihat ke luar jendela. Membuka korden jendela dan melihat ada mobil yang sedang parker di dekatnya. Hayoung pun penasaan siapa yang mengendarai mobil itu. Lekas dia pergi keluar dan menuju mobil itu. saat dia mengetuk jendela mobil itu…. “Minwoo!” teriak Hayoung kaget tak percaya. Minwoo hanya tersenyum kepada Hayoung. “Ada apa kau datang ke rumahku?” tanya Hayoung dengan tidak percaya. Minwoo terdiam “Bisakah kau berganti pakaian? Kita akan pergi mala mini” terang Minwoo dengan singkat
Hayoung masih tidak mengerti apa yang Minwoo katakan “Untuk apa kita pergi?” tanya Hayoung kepada Minwoo. “Aku ingin pergi denganmu karena malam ini aku tak punya teman sama sekali. Bisakah kau menemaniku? Kebetulan malam ini SatNight” jawab Minwoo dengan gugup saat berkata. Hayoung terdiam sejenak berusaha berpikir dan mencerna kata kata Minwoo “Baiklah, kebetulan aku malam ini juga tidak ada pekerjaan. Tunggu sebentar aku akan berganti pakaian” Hayoung pun menjawab dan segera berlari menuju rumahnya.
Sekitar 15 menit kemudian, Hayoung keluar dari rumahnya dan menuju mobil Minwoo dan naik ke mobil. Mobil melaju dengan keadaan normal “Kau bisa menyetir? Aku ingin juga kkk~” ujar Hayoung melihat Minwoo menyetir. Minwoo hanya tertawa “Aku sudah bisa sejak grade 8 dulu, ayahku mengajariku. Jika kau mau, aku akan mengajarimu tapi ini sulit” jawab Minwoo sambil menyetir. Hayoung hanya bisa menjawab “Aku tau itu sulit”.
Hening, saat itu sudah hening antara mereka berdua. Minwoo berhenti di sebuah café terkenal dan mereka berdua turun dari mobil. Minwoo duduk di tempat yang dekat dengan kasir dan Hayoung binguk untuk duduk. Karena tempat duduk untuk 1 tempat (meja) hanya ada 2 kursi dan itu berdampingan bukan menghadap satu sama lain. Minwoo menarik tangan Hayoung untuk duduk di sampingnya. Hayoung dengan gugup duduk dan Minwoo memesan makanan
“Kau mau makanan apa?” tanya Minwoo kepada Hayoung lalu memberikan daftar list makanan. Hayoung memilih makanan dan dia memilih “Aku mau Chocochips Coffe No Cafein  dan cupcake”. Minwoo juga memesan yang lain. Tak berapa lama pesanan datang dan mereka tetap hening. Hayoung meminum Coffe yang dia pesan sedangkan Minwoo memakan Roti Keju Coklat yang ia pesan
“Kau tinggal dengan siapa dirumah?” tanya Minwoo yang memulai pertama. Hayoung menengok ke Minwoo “Aku? Aku tinggal dengan orang tua yang menyebalkan”. Minwoo bingung “Orang tua yang menyebalkan?”. Hayoung hanya mengangguk “Iya, mereka orang tua yang menurutku menyebalkan. Aku tak suka dengan mereka, aku ingin jauh dari mereka karena aku tak suka di atur”. Minwoo mengerti “Pantas saja”. Hayoung melirik Minwoo “Apa yang kau maksud Pantas Saja?”. “Pantas saja sifatmu seperti ini” jawab Minwoo singkat
Hayoung cemberut, dan Minwoo tertawa melihatnya “Hahaha XD”. “Apa kamu lihat lihat-aku sambil tertawa seperti itu-_-” ucap Hayoung menjitak kepala Minwoo. “Ternyata kau orangnya asik juga. aku kira kamu orangnya seriusan hahaha” jawab Minwoo sambil tertawa. Hayoung tetap sebal dengan tingkah Minwoo. Dan mereka berdua bercanda satu sama lain dengan akrab
Setelah dari Café, Minwoo dan Hayoung menuju ke tempat layaknya seperti TimeZone (author ga tau tempat kek gitu di Korea sana-_-). Mereka puas bermain bersama, menghabiskan waktu disana dengan senang dan tanpa ada rasa bosan sekalipun. Mereka dengan enjoy menikmati semua wahana permainan itu. Setelah puas bermain di TimeZone mereka segara menuju ke mobil “Sudah jam segini kau harus pulang” ucap Minwoo dengan bergegas langsung melajukan mobilnya
Sekilas mobil berhenti dikarenakan lampu merah, Minwoo melihat Hayoung dan ternyata Hayoung sudah tertidur lelap. Minwoo langsung melajukan mobilnya lagi dan bukan menuju rumah Hayoung melainkan menuju dorm yang dia tempati bersama Chorong dan Woohyun beserta Kwangmin. Sampai teras dorm, Minwoo mengangkat Hayoung menuju ke dalam dorm. Chorong melihat Minwoo mengangkat Hayoung “Kok Hayoung ga dianterin ke rumah?” tanya Chorong kebingungan. “Dia ketiduran di mobil, lebih baik aku antarkan ke sini dulu. Bukannya di kamarmu ada 1 tempat tidur yang kosong?” tanya balik Minwoo.
Chorong langsung mengarahkan Minwoo dan membantunya. Hayoung pun sudah di tempat tidur dan sekamar dengan Chorong “Tolong yah nuna. Thanks~” ucap Minwoo langsung menutup pintu kamar itu. Chorong mengangguk dan bergegas tidur

****
-Hayoung Pov-
Ku buka mataku perlahan. Perasaanku aneh saat aku bangun dan aku tak tau aku ada dimana saat ini. Aku bingung dan takut jika aku kenapa kenapa. Aku lihat ada Chorong unni masih tidur terlelap. Aku mencoba keluar diam diam agar tidak berisik dan tidak mengganggu. Aku buka pintu kamar dan berjalan entah kemana arahnya. Aku mendengar suara music, ya music!
Rasa penasaranku ingin melihatnya, aku langsung menuju tempat dimana music itu berasal. Saat aku membuka pintu tempat dimana ada suara music itu, aku melihat seseorang sedang berlatih dance. Dia melihatku lewat cermin dan aku menutup pintu itu dengan keras dan kaget. Aku terengah engah dan jantungku berdetak dengan cepat. Dan orang itu membuka pintu “Ternyata sudah bangun” ucap orang itu kepadaku
Aku cermati wajahnya. Susah sekali karena aku baru bangun tidur dan pengelihatanku agak rabun. Dia langsung mengajakku masuk dan aku tau siapa dia “Minwoo kah?” ucapku. Minwoo mengangguk dan dia duduk di lantai. Aku masih berdiri dan berjalan ke setiap arah tempat dance ini. Melihat dan mengamati apa saja yang ada disini
Setelah itu aku duduk di samping Minwoo. Dia tersenyum padaku, mukaku bingung disaat itu. dia hanya tertawa dan aku sebal sekali kalau dia seperti itu. “Dasar orang gila ketawa ketawa sendiri” ucapku kepadanya dengan nada mengejek. Minwoo seperti tak terima jika aku mengatakan dia seperti itu, dia langsung ingin menangkapku tapi aku menghindar dengan cepat dan aku melunjurkan lidahku ke Minwoo (kayak emot “:p” maksudnya-_-)
Minwoo bangkit dan akan menangkapku tapi aku menghindar. Aku dan Minwoo kejar kejaran dan saling mengejek satu sama lain “Orang gila ngejar ngejar aku” teriakku kepada Minwoo. Minwoo berteriak tak mau kalah “Kau yang stress bukan aku” saat aku asyik berlari, tiba tiba aku terpeleset dan sekejap aku menutup mataku karena aku takut
Aku merasa tidak terjatuh tapi ada yang menangkap dan mendekap badanku. Aku perlahan membuka mataku dan aku melihat wajah Minwoo sangat dekat, dekat dengan wajahku. Tiba tiba kami berdua terjatuh ke lantai dan dia memelukku dan mendekap tubuhku. BRUGH! Aku hanya diam tak percaya kalau akan terjadi hal seperti ini. Minwoo dengan pelan melepaskan pelukannya padaku “Gwencana?” tanyanya kepadaku. Aku hanya mengangguk “Aku gak apa apa kok tenang aja” ucapku dengan senyum
-Author Pov-
Siang ini sungguh panas, Hayoung masih berada di dorm Minwoo dan kawan kawan. Mereka sedang mengobrol di teras dom itu. tiba tiba handphone Hayoung berbunyi dan tandanya ada yang sedang menelfon. Hayoung mengangkat telfon itu dan ternyata dari orang tuanya “Halo” jawab Hayoung. “Hayoung-ah, appa dan umma akan pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan tugas kerja. Rumah akan kosong dank au bisa menginap di rumah temanku. Semua peralatanmu sudah akan diantar kesana”. Hayoung tersenyum “Semoga selamat sampai tujuan yah umma dan appa”. Telfon langsung mati
“Kau akan bermalam lagi? senang punya teman baru” ucap Kwangmin kepada Hayoung. “Akhirnya kita bisa 1 kamar lagi XD” tambah Chorong juga. Woohyun menepuk pundak Hayoung “Dan kita 1 kelas dan 1 rumah juga hahaha XP” Hayoung hanya tersenyum saat itu
****
3 minguu telah berlalu dan nampaknya Hayoung semakin lama semakin akrab dengan Minwoo. Woohyun dan Chorong juga merasakan betapa adanya perbedaan Hayoung yang dulu dengan sekarang. Dulu, Hayoung dikenal ‘dingin’ ke semua orang. Tetapi setelah ada Minwoo yang selalu ada untuk Hayoung dan mengisi hari hari bored Hayoung, semua berjalan dengan cerah
Saat bel pulang sekolah dibunyikan semua siswa pulang dengan cepat seperti berlari secepat cepatnya hingga keluar dari gerbang sekolah dan merasakan bebasnya hari itu. Hayoung pulang bersama dengan Minwoo menggunakan sepeda sedangkan Woohyun pulang bersama Chorong menggunakan motor. Secara logika, Woohyun dan Chorong tiba duluan di dorm karena menggunakan motor tetapi di dorm mereka belum datang. Minwoo bingung saat ia dan Hayoung telah sampai dorm “Woohyun dan Chorong kemana?” tanya Minwoo sambil mencari mereka berdua
Hayoung hanya terdiam, dia juga ikut mencari dimana 2 manusia itu berada. Dan ternyata Woohyun tiba dengan Chorong membawa sesuatu “Itu apa?” tanya Hayoung sambil menunjuk barang yang dibawa Woohyun. Woohyun menengok isi barang itu “Spagetti dan jajanan buat kita dan Kwangmin nanti malam”. Hayoung terdiam dan dia masuk ke ruang dorm itu
Chorong dan Hayoung sedang berada di kamar, Hayoung membuka iPad nya untuk browsing internet dan Chorong asyik bermain iPhone miliknya. Hayoung membuka Facebook dan tiba tiba dia kaget dan shock melihat layar iPadnya sendiri “HAH!” teriak Hayoung yang membuat Chorong melihat kea rah Hayoung dan berbicara “Ada apa? ada masalah?” tanya Chorong. Hayoung menunjukkan iPadnya dan menunjuk sesuatu “Bacalah” ucapnya kepada Chorong
Chorong membaca dan dia juga kaget. “Jiyeon pede banget nulis status facebook kayak gitu coba-_-“ ujar Chorong dengan tidak percaya “Itu status frontal banget, sampe di tag orangnya lagi” tambah Chorong lagi. Hayoung tertegun saat itu, tiba tiba dia merasa badmood. Dia membaca status facebook Jiyeon dengan lirih “Aku suka kamu dari pandangan pertama :* Jadi kamu ga usah deket deket sama ‘DIA!’ lagi yah~ Tag : No Minwoo”. “Serius aja Jiyeon suka sama Minwoo!” ucap Chorong kesal
“Aku juga gak ngerti unnie~” jawab Hayoung setengah pasrah. Chorong langsung nylinguk wajah Hayoung “Hayo kamu kenapa pasrah gitu?” tanya Chorong. Hayoung terdiam “Liat sendiri status facebook Jiyeon. Ada kata kata Jangan deket deket sama DIA lagi. DIA yang Jiyeon maksud pasti aku. Dan aku mungkin jadi penganggu Minwoo sama Jiyeon. Kalo sampai Jiyeon anggap aku pengganggu maka Jiyeon pasti akan bertindak ke aku unnie” jelas Hayoung dengan pasrah
Chorong mengelus rambut Hayoung “Udahlah gapapa, tenang masih ada aku sama Woohyun dan Kwangmin juga kok~ kita semua akan jaga kamu. Jiyeon ga usah dipikirin okay~” Hayoung hanya mengangguk saat itu dan dia lekas tidur
Semenatara saat Hayong tidur, Chorong langsung menuju kamar Woohyun, Kwangmin dan Minwoo. “Woohyun gawat!” teriak Chorong setelah membuka pintu kamar. Woohyun bingung kenapa sikap Chorong aneh “Apanya yang gawat? Aku ga ngerti” Chorong langsung duduk di samping Woohyun dan memberi iPad milik Hayoung ke Woohyun “Baca yang ada di iPad itu” Woohyun mengambil iPad dan dia membacanya
Woohyun kanget setelah membaca itu “Jiyeon suka Minwoo? Astaga ini ganggu banget deh! Mendingan Hayoung sama Minwoo lah daripada sama cewek busuk kayak Jiyeon itu” nyolot Woohyun dengan emosi. Chorong berusaha menyabarkan emosi Woohyun yan memuncak itu. Mereka berdua akhirnya membicarakan ini kepada Minwoo dan Kwangmin
“Kau lihat Minwoo?” tanya Woohyun sesudah menjelaskan semuanya kepada Kwangmin dan Minwoo barusan. Minwoo hanya terdiam tak tau harus berbuat apa lagi, Kwangmin juga sama. Dia terdiam dan tak mengerti lagi dengan semuanya. “Memang kenapa kalau Jiyeon suka sama aku?” tanya Minwoo. “Jiyeon itu cewek busuk” jawab Woohyun singkat. “Aku mengerti. Dan kau tau, tadi malam ada seseorang yang sms aku dan aku tak tau dia siapa. Apa kau tau no ini?” tanya Minwoo sambil melihat kan nomer dari handphonenya
Woohyun mengambil handphone dan mencocokkan nomer itu “Dan itu nomer Jiyeon…….” jawab Woohyun lagi. “Dan dengan PD dia menembakku hahaha!” ucap Minwoo dengan tertawa. “Kau menerimannya?” tanya Kwangmin kepada Minwoo dengan serius. “Mana maungkin aku menerimanya denga secepat itu” jawab Minwoo lagi. Semuannya lega saat itu
------------------------------------------------------------